Sabtu, 08 Oktober 2011

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA (PMR)

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA (PMR)

Diawali ketika Australia terlibat dalam Perang Dunia I (1914 – 1918). Pada saat itu Palang Merah Australia kekurangan tenaga. Anak-anak sekolah pun diminta untuk membantu sesuai dengan kemampuan. Mereka diberi tugas-tugas ringan, misalnya : mengumpulkan pakaian-pakaian bekas. Anak-anak tersebut kemudian terhimpun dalam sebuah organisasi yang disebut Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919, Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional memutuskan PMR menjadi bagian dari organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Palang Merah Indonesia (PMI), membentuk Palang Merah Pemuda (PMP) dalam kongresnya yang ke-4, pada Januari 1950 di Jakarta, PMP kemudian berganti nama menjadi PMR.

PMR adalah bagian dari Palang Merah. Oleh sebab itu, para anggota PMR juga harus tahu dan melaksanakan tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Seven Fundamental Principle of Red Cross and Red Crescent), yaitu :

1. Kemanusiaan

2. Kesamaan

3. Kenetralan

4. Kemandirian

5. Kesukarelaan

6. Kesatuan

7. Kesemestaan


(Dikutip dari : Koran KOMPAS, 18 September 2011)