Jumat, 04 November 2011

IMMUNISASI

IMMUNISASI

ð Memberi kekebalan terhadap penyakit setelah di vaksinasi.

Tujuan

ð Untuk mencegah penyakit dan kematian yang disebabkan oleh wabah penyakit (bakteri atau virus).

>>Penyakit yang dapat dicegah dengan immunisasi :

· TBC [dengan immunisasi BCG (0 – 12 bulan)]

· Difteri [dengan immunisasi DPT

· Pertusis [dengan immunisasi DPT]

· Tetanus Neonatorum [dengan immunisasi DPT (2 – 11 bulan)]

· Campak [dengan immunisasi campak (9 – 12 bulan)]

· Polio [dengan immunisasi polio (0 – 12 bulan)]

· Hepatitis [dengan immunisasi hepatitis (0 – 12 bulan)]

*Difteri = leher bengkak seperti gondokan

>>Manfaat immunisasi :

1. Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit & kemungkinan cacat dan kematian.

2. Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan.

3. Untuk negara : memperbaiki tingkat/derajat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.

Cara pemakaian :

1. TBC_dengan berobat teratur 6 bulan, dilengan atas dan timbul luka, diberikan sekali seumur hidup.

2. Difteri – Pertusis – Tetanus Neonatorum_dilengan kiri atas atau bokong, menimbulkan demam tapi akan menurun selama 2 – 3 hari.

3. Campak_disuntik dilengan atas, diberikan sekali seumur hidup dan menyebabkan demam.

4. Polio_ditetes ke mulut (2 tetes).

5. Hepatitis_dilengan kanan atas.

Sabtu, 08 Oktober 2011

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA (PMR)

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA (PMR)

Diawali ketika Australia terlibat dalam Perang Dunia I (1914 – 1918). Pada saat itu Palang Merah Australia kekurangan tenaga. Anak-anak sekolah pun diminta untuk membantu sesuai dengan kemampuan. Mereka diberi tugas-tugas ringan, misalnya : mengumpulkan pakaian-pakaian bekas. Anak-anak tersebut kemudian terhimpun dalam sebuah organisasi yang disebut Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919, Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional memutuskan PMR menjadi bagian dari organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Palang Merah Indonesia (PMI), membentuk Palang Merah Pemuda (PMP) dalam kongresnya yang ke-4, pada Januari 1950 di Jakarta, PMP kemudian berganti nama menjadi PMR.

PMR adalah bagian dari Palang Merah. Oleh sebab itu, para anggota PMR juga harus tahu dan melaksanakan tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Seven Fundamental Principle of Red Cross and Red Crescent), yaitu :

1. Kemanusiaan

2. Kesamaan

3. Kenetralan

4. Kemandirian

5. Kesukarelaan

6. Kesatuan

7. Kesemestaan


(Dikutip dari : Koran KOMPAS, 18 September 2011)

Sabtu, 10 September 2011

UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) & Dokter Remaja

UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

Program UKS => Upaya terpadu untuk meningkatkan dan membina perilaku hidup bersih. Yaitu dengan cara sekolah bekerja sama dengan Puskesmas.

Program usia anak sekolah umur 6 – 9 tahun disebut Dokter Kecil. Sedangkan program usia anak sekolah umur 10 – 19 tahun disebut Dokter Remaja.

Tujuan umum UKS :

Ø Untuk meningkatkan kualitas hidup kita agar bersih dan sehat.

Ø Memiliki daya tangkal untuk mencega penyakit.

Ø Menangkal hal-hal yang buruk dari lingkungan luar.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya penyakit :

· Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.

· Cuci tangan sebelum dan setelah buang air besar dan kecil.

· Membuang sampah pada tempatnya.

· Melakukan 3M + 1T ( Mengubur, Menguras, Menutup dan Telungkup).

Kegiatan peserta UKS :

ü Berperan aktif dalam masyarakat (contoh : kerja bakti sosial, mengadakan lomba kesehatan).

ü Kegiatan penyuluhan kesehatan.

Kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan secara koperehensif (secara terus menerus).

Dokter Remaja

Dokter Remaja => Peserta didik yang telah memenuhi kriteria dan telah dilatih dan ikut melaksanakan kegiatan sekolah.

Tujuan :

o Meningkatkan partisipasi di sekolah, di rumah.

o Dapat menolong dirinya sendiri, sesama, dan orang lain.

Kriteria Dokter Remaja :

1. Berumur 10 – 19 tahun.

2. Berprestasi di sekolah.

3. Berbadan sehat.

4. Berwatak pemimpin dan bertangggung jawab.

Tugas Dokter Remaja :

1. Selalu bersikap & berperilaku sehat.

2. Dapat menggerakkan teman untuk berperilaku bersih dan sehat.

3. Memberikan pelayanan kesehatan.

4. Mengadakan program pengukuran tinggi dan berat badan setiap 6 bulan sekali.

Sabtu, 14 Mei 2011

KANKER SERVIKS/MULUT RAHIM

KANKER SERVIKS/MULUT RAHIM

Oleh : Dr. Khairani Sukatendel, Sp.OG

Kanker pada perempuan:

· -Payudara [Keluhan: Benjolan]

· -Serviks (Leher rahim) [Keluhan: Pendarahan, keputihan, nyeri panggul

· -Ovarium (Indung Telur) [Keluhan: Perut membesar]

· -Badan Rahim [Keluhan: Pendarahan]

Upaya Skrining (Deteksi Diri) untuk Kanker Payudara:

· -Mamografi

· -USG Payudara

· -Pemeriksaan payudara oleh dokter (SADARO)

· -SADARI

*Waktu Skrining: Setelah haid

KANKER SERVIKS adalah keganasan primer dari serviks (kanalis servikalis atau porsio).

· -500.000 wanita di diagnosa serviks setiap tahun

· -270.000 kematian di seluruh dunia, 1 wanita mati setiap 2 menit

· -80% terjadi di negara berkembang

Faktor Risiko Kanker Serviks:

· -Usia

· - Menikah muda (<20 tahun)

· - Mitra seksual multiple

· - Terpapar IMS (Inf Menular Seksual)

· -Banyak melahirkan

· -Merokok

· -Defisiensi Vit.A/Vit.C/Vit.E

· -Higiene dan sanitasi buruk

GEJALA & TANDA KANKER SERVIKS

· -Pendarahan vaginal yang abnormal

· -Pendarahan pasca senggama

· -Keputihan vaginal yang abnormal

· -Gangguan miksi (disuria)

· -Gangguan defekasi

· -Nyeri di perut bawah

EPIDEMIOLOGI

· -Faktor etiologi adalah HPV (Human Papilloma Virus)

· -Penyimpangan pola seksual merupakan faktor risiko yang sangat berperan

· -Faktor risiko: hubungan seksual muda, merokok, mitra seksual multiple

· -Indonesia 60-70%

Deteksi Dini (Pencegahan Sekunder): Tes PAP